Tips Mudah Berani Bicara dan Ungkapkan Isi Hati

Pernakah Kamu kesulitan untuk membicarakan ataupun mengungkapkan isi hati dengan keluarga? Hasil survey Sari Wangi menunjukkan bahwa tingkat keterbukaan dari keluarga Indonesia cenderung rendah. Setengahnya responden menyebutkan cuma mengungkapkan bagian yang mudah dan juga aman saja untuk dibicarakan.

Psikolog Anak dan juga Keluarga, Ratih Ibrahim berkata seringnya frekuensi mengungkapkan tak menjamin isi cerita, tak seringkali yang diceritakan adalah ungkapan isi hati yang sebenarnya.

“Alasan kurangnya keterbukaan yakni menghindari konflik. Padahal mempunyai pembicaraan yang mendalam di dalam keluarga termasuk hal-hal yang pelik di ungkapkan, bisa membangun relasi yang hangat dan juga intim, membuat keluarga lebih senang dan juga menahan adanya risiko depresi pada seseorang,” katanya di Jakarta, Hari selasa (9/10).

Untuk memulai pembicaraan yang pelik, individu mesti mempunyai empati untuk dapat menerima perbedaan. Selain itu juga, suasana santai sembari minum teh pun juga bisa bekerja menjadi mediator dalam membangun suasana hangat dan juga nyaman yang membuat individu jadi lebih terbuka.

Di dalam keluarga, orangtua khususnya bunda pun juga mempunyai kiprah terpenting dalam keluarga menjadi fasilitator untuk memulai percakapan.

“Bunda mempunyai kiprah menjadi emotional supporter dalam membagikan dukungan dan juga kehangatan di keluarga,” ucapnya.